#menu li { position:static; }

29 Mei 2008

Jangankan udara, cahayapun tidak bisa masuk

Medan, Asrama introduction

Hampir setiap bangun pagi setelah kurang lebih 1 minggu ini ada aja mahluk aneh berwarna hitam pekat menempel di spray warna biru muda. Kasur tidurku yang baru. Penyelidikan akhirnya dilakukan, alhasil ternyata mahluk aneh tersebut berasal dari planet jaring2 nyamuk yang memajangi sepanjang ventilasi kamar. Layaknya pesawat alien mereka beterbangan dan bermanuver ria menuju planet spray kemudian mendarat dan jungkok keenakan disana.

Hampir satu minggu mereka bebas melakukan aktifitas manuver yang mungkin sudah berulangkali tak terhitung kapan dimulainya, hingga akhirnya penunggu yang baru "Gue dkk" datang. Keadaan ini tidak boleh didiamkan, layaknya kebodohan kebiasaan ini harus di bumi hanguskan. Genderang perang segera dibunyikan...tet1xtoretttttttt3x!

Perlengkapan perang disipakan, sapu ijuk, sapu lidi, sapu kain, sapu karet, sapu tangan, sapu jagat dan macam-macam sapu lainya. Dengan beranggotakan 4 orang berseragam warna-warni.."Heat! Berubah" perang dimulai saatnya balas dendam.
Pertempuran berakhir dengan kemenangan dipihak kami. Alien-alien terluluhlantakkan ke lantai, dihajar lagi badai + Air yang menyerupai Tsunami lokal. Sebagai penutupan, alien kami masukan ke penjara "Recycle bin".

Lihatlah planet jaring2 nyamuk telah bersih dari gangguan alien. Bandingkan dengan negara tetangga yang jaring2 nyamuknya belum dibersihkan. Perhatikan gambar baik-baik. Carilah 5 perbedaan dari dua bagian ventilasi tersebut..he..he..Jangankan udara, cahayapun tidak bisa masuk. Lampu ruangan sama-sama dalam keadaan hidup.
1 kata; "JOROK"

0 Komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa tambahkan komentar anda pada artikel ini

 

Tentang saya

MUCHLISIN adalah pengajar/praktisi elektronika dan komputer di kota Bengkulu. Blog Idecapung didedikasikan sebagai media sharing informasi, edukasi dan hobi.
RSS Link Twitter Link Facebook Link RSS Email

Free Page Rank Tool TopOfBlogs Computers Blogs

Chatbox

Teman Facebook

Pengikut