#menu li { position:static; }

10 Juni 2008

Sebuah catatan

Cerita sebuah catatan

Bukan diary harian, tapi catatan pelajaran. Gara-gara tulisan, pernah salah satu mata kuliah yang gue ikutin dapet D...."sEluruh duniA tak bisa bAcA tulisAnmu" (huruf yang dibesarkan dibaca dengan ditekan). Masih kurasakan sedapnya kata pedas berbumbu batak keluar dari dapur dosenku.

Dengan sedikit adu urat leher, dibantu 2 teman sebagai pembela, akhirnya sidang pemutusan nilai ujian semester diputuskan. Pak hakim yang juga dosenku memberikan keputusan..."nilaimu C, tok3x". Kepalaku puyeng, terpaksa gue menerima keputusan yang sepihak ini dengan lapang data. Percuma deh, belajar 6 bulan jungkat-jungkit cari tugas, hasilnya cuma "C" hanya karena lembar jawabanku yang tidak terbaca (sebenarnya bukan tidak terbaca, dasar dosenya yang ga mau baca, buktinya 2 kawanku bisa membaca walaupun sedikit meraba dan bertanya.."ini apa?").
Tidak sedikit orang menganggap catatan cerminan kelakuan. Berikut beberapa anggapan yang banyak beredar berkaitan dengan komentar sebuah catatan/tulisan:

  • Catatan huruf yang terpisah (tidak bersambung), huruf ukuran 3 mm, jarak baris 6 - 7 mm, huruf depan paragraf normal, kecepatan tulis 3 huruf/dtk. Orang ini memiliki karakteristik lembut, disiplin, sabar, pendiam, sedikit lelet (mengarah ke lelet), lambat mengambil keputusan, ide- idenya kurang. Orang ini cocok dipekerjakan di kebun, perawat, pekerja pabrik, pokoknya yang berhubungan dengan pekerjaan kesabaran.
  • Huruf-huruf sebesar gajah, yang jelas tidak bersambung. Ukuran lebih dari 3 mm, jarak antar baris 6-10 mm, kecepatan tulis lambar. Orang ini mungkin baru belajar nulis..he..he.
  • Huruf bersambung, ukuran huruf 3 mm. Kecepatan ketik 5 huruf perdetik. Orang ini sangat rapi, telaten, ulet. Yang jelas pekerja keras.
  • Huruf antara bersambung dengan ngga. Ukuran huruf 2 mm. Kecepetan tulis 5 - 8 huruf perdetik. Tulisan hampir tidak bisa dibaca selain oleh empunya tulisan. Sebagai contoh kayak tulisan gue..he..he. Orang yang punya tulisan ini bisa dipastikan cerdas, pinter, ganteng (gue banget deh), bekerja cekatan, jujur n sedikit malas.

Cerita sedikit catatan, sebenarnya awalanya catatan gue keren kok, malah bisa tergolong rapi, buktinya dari SD sampe SMP kalo giliran nulis di papan selalu gue yang disuruh...mulai menginjak SMK aja udah mulai malas. Sebenarnya awal malas karena terinspirasi tulisan cakar ayam seorang mahasiswa, temen gue pastinya. Terus dia bilang; menulis cepat punya banyak keuntungan, antara lain :

  • Menghemat tempat, kertas, waktu. Kalo sudah terbiasa hidup hemat dan cepat, aktifitas kita bakal ngikut cepat.
  • Tulisan itu layaknya sifat dan karekter kita. Semakin ruwet n tidak terbaca, maka orang lain akan sulit menebak sifat kita. Kan keren kalau sifat kita jadi misteri.
  • Semakin cepat kita menulis, semakin cepat kita berpikir. Prakteknya saat kita mencatat penjelasan dosen/guru di kelas, semakin cepat kita menulis ide yang diberikan, semakin punya banyak waktu kita untuk menganalis dan punya kesempatan bertanya jika kita menemukan keraguan.

Semenjak itu, gue mulai belajar menulis cepat, semenjak itu pula gue hanya punya 1 buku catatan buat semua mata pelajaran dan semenjak itu pula temen-temen gue mulai ogah minjem catatan, he..he komplit deh.

1 Komentar:

Johan Suryantoro on 12 Juni, 2008 19:08 mengatakan...

Itu, kategori type sifat tulisan yg terakhir, benar2 mantab. Pasti teorinya sudah dirombak secara sepihak tanpa persetujuan pak RT. Hehehe....

Poskan Komentar

Jangan lupa tambahkan komentar anda pada artikel ini

 

Tentang saya

MUCHLISIN adalah pengajar/praktisi elektronika dan komputer di kota Bengkulu. Blog Idecapung didedikasikan sebagai media sharing informasi, edukasi dan hobi.
RSS Link Twitter Link Facebook Link RSS Email

Free Page Rank Tool TopOfBlogs Computers Blogs

Chatbox

Teman Facebook

Pengikut