#menu li { position:static; }

28 Agustus 2008

Segitiga (indonesiaku) Munafik

Perhatikan ketiga baris kalimat berikut:

• Lain yang dimaksud, lain yang ditulis
• Lain yang ditulis, lain yang dikerjakan
• Lain yang dikerjakan, lain yang dilaporkan

Dari ketiga baris kata di atas, apa kira-kira yang dapat kalian tangkap??? Jika diriku berada pada posisi kalian, maka aku akan menjawab.."Birokrasi di Indonesia". Mengapa aku menjawab begitu, kalian juga pasti sependapat denganku...iya kan???

Mengapa ya, aku sampai sebegitu ENEG-nya terhadap birokrasi di Indonesia. Padahal ini adalah tanah airku sendiri. Tempat aku dilahirkan, dididik dan dibesarkan. "Indonesiaku....Gitu loh!",

Apa yang salah terhadap Indonesiaku? Apakah karena buminya miskin? kurasa TIDAK, kita kaya akan sumber daya alam yang berlimpah ruah. Atau karena manusia Indonesia IQ-nya jongkok? kurasa juga TIDAK, tiap tahun putera/i Indonesia mengaharumkan nama bangsanya melalui olympiade sains. Atau mungkin ahlak moral kita sudah terlalu bejat? ehm...kupikir TIDAK juga, lihatlah negara yahudi (israel), komunis (RRC), liberal (USA). Kekerasan disana mungkin LUAR BIASA tingginya, namun negara mereka MAJU. Jadi mengapa yach???

Aku jadi teringat dengan cita-cita Bapak Proklamator kita (Ir. Soekarno). Beliau pernah mendirikan paham NASAKOM (Nasionalisme, Sosialisme, Komunisme) di negara kita. Walaupun cita-cita tersebut harus menghilang ditelan buku sejarah.

Aku jadi membayangkan, bagaimana jika kita ganti paham lama (Demokrasi Pancasila) dengan paham yang di atas (NASAKOM). he..he, ini hanya pendapatku loh, resmi 100% bukan propaganda politik. Untuk lebih tegasnya coba lihat paham Demokrasi pancasila kita kembali, ini dia:

Paham Ketuhanan (Ketuhanan yang terlalu dilebih-lebihkan)

Lihatlah politik keagamaan di negara kita. Terpetak-petak, terblok-blok, terbenar-benar, ter-LALUAN deh!. Semua mengatasnamakan agama, seolah yang paling benarrrrr saja. Buntut2 agama dijadikan tameng dan kedok politik.

Paham Kegotong-royongan (Rame-rame ngorup...!)
Ini lagi, kegotong-royongan kita kayaknya banyak digunakan sebagai kerja sama, kerja bareng2 buat NGELEEEP semua kesempatan (UANG) yang ada. Rame2 NGE-mangkas. Mumpung ada proyek (UANG) kapan lagi dimanfaatkan...he..he!

Paham Kekeluargaan (nyok!...keluarga kita naik semua)
Kolusi di Indonesia rasanya diilhami oleh paham ini. Asal ada orang dalam, semua bisa diatur. Tuh ponakan gue, tuh Om gue, kita masih 1 nenek, temen baik gue tuh!. Bagaimana bisa profesional jika yang bekerja katrok.

Paham musyawarah (Semua bisa diatur)
Masalah yang seharusnya diselesaikan dengan tegas akhirnya dibicarakan baik-baik. Yach kita damai sajalah, semua bisa diatur. Kalau semua bisa dimusyawarahkan, kenapa harus diributkan. Jika sudah begitu, kapan ketegasan dan prosedur bisa dijalankan. weleh...

Nah...Keempat paham tadi (Demokrasi Pancasila) kayaknya sudah terlalu jelas jadi pokok permasalahan di negara ini. Kalau kompasnya saja sudah melenceng, bagaimana dengan kapalnya ya. hi..hi.

Ya deh...itu hanya sekedar wacana yang keluar mendadak dari otak gila ini. Mudah2an hanya ada dipikiranku saja kalian tidak. Karena ini hanyalah suara hati kecil seorang rakyat Indonesia yang prihatin dengan Nasinalisme di negara ini.

Hidup Indonesiaku! berkibarlah selalu, jiwa ragaku kuserahkan padamu!. Demi kejayaan negeriku....!

0 Komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa tambahkan komentar anda pada artikel ini

 

Tentang saya

MUCHLISIN adalah pengajar/praktisi elektronika dan komputer di kota Bengkulu. Blog Idecapung didedikasikan sebagai media sharing informasi, edukasi dan hobi.
RSS Link Twitter Link Facebook Link RSS Email

Free Page Rank Tool TopOfBlogs Computers Blogs

Chatbox

Teman Facebook

Pengikut