#menu li { position:static; }

17 Februari 2009

Ubuntu, Tool pendeteksi dan penghapus Virus

Sebelumnya aku mau teriak dulu, CIHUUUUY… My Ubuntu 8.10 has come home! Ini sepertinya CD kiriman yang keempat setelah sebelumnya Ubuntu 7.04, 7.10 & 8.04 yang datang kerumah. Tidak terasa telah hampir dua tahun menggunakan Ubuntu. Senang rasanya, semangat kebebasan benar-benar mengalir.

Pada artikel kali ini aku akan membagi pengalaman yang paling terkesan dengan Ubuntu. Waktu itu masa-masa kritis dimana sedang buteq2nya dengan skripsi. Kasusnya sebenarnya bukan terjadi kepadaku, namun pada temenku. Skripsinya disimpan dalam Flash Disk (FD), tanpa backup kecuali data skripsi lama yang belum di edit. Itupun nan jauh disana.

Singkat cerita FD temenku dipinjam temanya untuk memindahkan data. Karena ga enak makanya terpaksa dipinjamkan. Akhirnya yang ditakutkan terjadi juga, data dalam FD tersebut terinfeksi virus semua. Dengan berlagak santai, FD-pun di SCAN dengan PC MAV terbaru. Hasilnya hampir seluruh file dan folder terutama folder skripsi terinfeksi virus.

Namun file yang terinfeksi tersebut tidak bisa di bersihkan tanpa merusak file. Yang ada malah tulisan "Please submit this file to PC Media". Wah repot dong…

Coba scan dengan AVIRA update, hasilnya file harus di delete. Mampus..! Begitu juga dengan AVG, sama saja. Yang jelas temenku hampir menangis, putus asa dibuatnya.

Akhirnya temenku melapor kepadaku. Menceritakan hal tersebut dan berharap aku dapat memberikan solusi. Dengan sedikit tersenyum aku katakan kepadanya "Jika data selamat, Traktir makan yach!..", He..he.

Langkah pertama yang kulakukan adalah dengan menscan FD dengan PCMAV. Hasilnya sama bahkan mengecewakan. Aku tidak mau mencoba scan dengan AVIRA atau AVG karena aku yakin, pasti file yang terinfeksi dapat terhapus.

Karena windows sudah gagal menjalankan tugasnya, aku putuskan untuk menggunakan Ubuntu. Ini kulakukan karena teringat pernah memasukan FD bervirus di Ubuntu dan virusnya terlihat. Setelah kucoba login dan memasukan FD tersebut ternyata benar, file-file yang terinfeksi virus terlihat dengan jelas.




File virus terdeteksi dengan ekstensi EXE. Sedangkan yang asli tetap normal. File yang normal (tanpa EXE) kupindahkan kedalam HD komputerku sedangkan file dengan ekstensi EXE kuhapus. Hasilnya, setelah login kembali melalui windows, FD telah terbebas dari virus. Ini kubuktikan dengan scan menggunakan AVIRA update. Tidak ada virus yang terdeteksi dan yang pasti, seluruh data dapat diselamatkan.

Huh… puas banget rasanya dapat menolong temen plus dapat makan gratis.
Nice Ubuntu….!

2 Komentar:

HASRUL on 09 Maret, 2009 15:02 mengatakan...

wah.... kalo itu sih bukan tool pendeteksi virus ataupun penghapus Virus....sama aja seperti membuka windows explorer tanpa antivirus.

kalo mau lebih jelas, bisa kesini aja:
http://hasrul-buton.blogspot.com/2009/03/teknik-mendeteksi-virus-komputer-hanya.html

capunk on 10 Maret, 2009 11:53 mengatakan...

Yup... emang begitu, tapi ampuh mendeteksi dan menghapus virus tanpa mengganggu sistem, bravo ubuntu....

Poskan Komentar

Jangan lupa tambahkan komentar anda pada artikel ini

 

Tentang saya

MUCHLISIN adalah pengajar/praktisi elektronika dan komputer di kota Bengkulu. Blog Idecapung didedikasikan sebagai media sharing informasi, edukasi dan hobi.
RSS Link Twitter Link Facebook Link RSS Email

Free Page Rank Tool TopOfBlogs Computers Blogs

Chatbox

Teman Facebook

Pengikut